10 Fakta Tentang Anak Muda Indonesia

Tujuan awal dari riset yang dilakukan bersama MarkPlus Insight dan Marketeers ini pada dasarnya adalah untuk menggali insight yang berguna bagi para pemasar yang ingin membangun strategi yang pas ketika masuk ke pasar anak muda.

Dari sini yang dicari adalah adalah empat hal utama, media habit, purchase behavior, hobbies dan role model, dan juga lifestyle dari konsumen anak muda di Indonesia. Selain menemukan bahwa 51,1% anak muda Indonesia adalah bargain hunter, tentunya masih banyak lagi fakta yang terkuak sebagai hasil dari riset sindikasi ini.

Berikut ini top 10 findings dari MarkPlus Insight 2012 Youth Survey sebagaimana yang dirilis di Majalah Marketeers edisi Mei 2012:

1. Anak muda dan produk finansial: 23% anak muda di kota urban Indonesia belum punya produk finansial.
2. Anak muda dan produk otomotif: 70% anak muda kota urban memiliki kendaraan sendiri, baik itu motor, mobil atau keduanya.
3. Anak Muda dan Barang Elektronik: Tablet adalah cool gadget bagi anak muda masa kini.
4. Anak Muda dan E-Commerce: Hanya 12% anak muda yang mengaku pernah belanja online.
5. Anak Muda dan Media Konvensional: Media konvensional ternyata belum mati, banyak anak muda masih baca koran.
6. Anak Muda dan Media Sosial: Facebook dan Twitter tetap populer namun cenderung menurun.
7. Anak Muda dan Kegiatannya di Media Sosial: “76.7% Anak Muda Rajin update status di social media“.
8. Anak Muda dan News Media: Berita itu seksi buat Anak muda.
9. Anak Muda dan Tokoh Muda Inspirasi Mereka: Sebagian besar anak muda tidak punya insipirator muda dari kalangan sosial, politik dan kewirausahaan.
10. Anak Muda dan Aktivitas Mereka: Anak muda ingin lebih seimbang di kehidupan online & offline.

(Sumber: Marketeers)

Ke mana Saja Uang Konsumen Anak Muda?

Anak muda merupakan pasar yang basah, terutama jika kita lihat dari segi jumlahnya. Dari 237 juta penduduk Indonesia, 40 persennya adalah anak muda berusia 14 sampai 35 tahun. Tentunya ini merupakan sebuah pasar yang menjanjikan bagi pemasar.

Meski tidak memiliki penghasilan, anak muda yang masih di SMA dan perguruan tinggi mendapatkan uang saku setiap bulan dari orang tua mereka. Hasil riset memperlihatkan, untuk anak muda yang masih ditingkat SMA dan kuliah, sebagian besar uang  saku yang mereka terima dan mereka keluarkan berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu per bulan.

Untuk mereka yang first-jobber dan juga young professional, hasil riset menunjukan bahwa mereka yang memiliki pemasukan per bulan di bawah Rp 2 juta rata-rata hidup dengan berjuang pengaturan cashflow besar pasak daripada tiang. Sedangkan mereka yang punya pemasukan lebih dari Rp 2 juta per bulan, rata-rata punya uang ekstra untuk menabung.

Hasil MarkPlus Insight mengenai fenomena perilaku pengeluaran anak muda ini juga menguak berbagai macam informasi mengenai apa saja yang mereka beli. Secara global, lintas grup usia mulai dari anak SMA, kuliah, first jobber, dan young professional, kita dapat melihat bahwa top 5 pengeluaran mereka per bulan rata-rata untuk biaya transportasi, makan dan minuman, komunikasi telepon, hiburan, dan juga shopping untuk fashion. Kelima hal ini bisa disebut sebagai top 5 pengeluaran rutin konsumen anak muda di Indonesia.

Dari hasil riset ini terkuak pula bahwa konsumen anak muda ternyata punya pengeluaran yang terencana dan yang tidak terencana. (Sumber: marketeers)

Dengan kaitkata

Sebuah Pengantar

Jadi ini adalah blog resmi saya, Ibnu Dwi Cahyo untuk wordpress. Dulu sempat punya, tapi lupa apa username dan passwordnya.

Blog ini akan berfokus pada sosial media dan interaksi manusia. Meski saya seorang sarjana hukum, namun ketertarikan pada ilmu komunikasi tetap tidak terbendung, terutama interaksi manusia di dunia maya.

Saya mengakses blog ini dengan device blackberry saya. Alhamdulillah mendukung. Semoga nanti tulisan saya bisa konsisten di blog ini. Bismillah…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.